Kamis, 22 Juli 2010

Video: Pesawat Supersonik Baru Pengganti Concorde


Kita semua masih ingat pada tahun 2003 British Airways dan Air France menutup layanan Concorde transatlantik mereka karena pemasukan yang terus menurun dan biaya perawatan yang terus meningkat. Aerion Supersonic Business Jet (SBJ) berjanji membantu para pelancong menembus batas kecepatan suara sekali lagi.

Diberi nama sesuai nama seekor kuda dalam mitologi Yunani, Aerion SBJ mampu mengangkut 12 penumpang dengan kecepatan sampai Mach 1,5 untuk jarak tempuh lebih dari 4000 mil. Sekarang Aerion sedang dalam pengujian aerodinamis pembuktian konsep komponen-komponen penting di terowongan angin NASA dan di bawah perut jet supersonik NASA F-15.

Aerion SBJ ini akan memungkinkan penumpang untuk terbang dari Paris ke New York dalam waktu 4 jam dan 14 menit, lebih cepat tiga jam dari pesawat jet biasa.

Bahkan di AS, di mana penerbangan supersonik dilarang karena pembatasan dentuman sonik Federal Aviation Administration (FAA), SBJ mampu terbang dengan kecepatan subsonik Mach 0,98 dikarenakan desain sayapnya yang unik dan sudah dipatenkan. Pesawat ini mampu menempuh perjalanan dari Pantai Timur ke Barat lebih cepat 41 menit daripada pesawat biasa.

Sayap Aerion SBJ mewakili terobosan dalam desain supersonik dan merupakan kunci kenapa SBJ akan mampu menghindari nasib Concorde. Hambatan yang disebabkan oleh udara saat pesawat terbang menembus udara adalah musuh kecepatan dan biaya operasi yang ekonomis. Resep rahasia Aerion SBJ yakni penggunaan teknologi supersonic natural laminar flow (SNLF) dalam desain sayap tersebut. SNLF akan mengurangi hambatan.

"Ini merupakan teknologi yang memapukan SBJ untuk terbang secara ekonomis pada kecepatan subsonik dan supersonik," ujar Brian Barents, Vice Chairman Aerion. "Efeknya mengurangi sejumlah besar hambatan. Aerion membuat terobosan baru dalam penerbangan dengan kecepatan tinggi dengan performa yang sangat ekonomis."

Jika Anda melihat sayap lurus Aerion SBJ dan sayap Lockheed F-104 dari akhir tahun 1950an dan awal tahun 1960an, Anda akan melihat banyak kemiripan. "F-104 memang memiliki karakteristik NLF," ujar Barents. "Teknologi kami sudah bertahun-tahun ada.Kemajuan dalam hal materilah yang memungkinkan desain kami," khususnya serat karbon.

Desain Aerion lengkap dalam segala hal - memenuhi peraturan lingkungan dan menyediakan operasi ekonomis dan performa tinggi. Ada kabar, Lockheed Martin sedang mengembangkan pesawat baru yang akan lebih cepat dari kecepatan suara tapi tanpa membuat dentuman sonik.

Perusahaan ini berharap pesawat generasi barunya disertifikasi FAA dan bisa mengudara pada tahun 2015. Meski dunia sedang mengalami resesi yang menghancurkan industri penerbangan, Aerion sudah mendapatkan 50 pesanan yang memberikan uang muka $250 ribu (Rp 2,28 milyar dengan kurs $1=Rp 9120) untuk Aerion yang berharga $80 juta (Rp 729,6 milyar dengan kurs $1=Rp 9120). Aerion sekarang sedang aktif mendiskusikan pengembangan pesawat ini bersama sejumlah rekanan OEM dan berharap mencapai kesepakatan pada akhir tahun ini.

"Desain SBJ bisa diperbesar. Jelas itulah yang kami diskusikan dengan para rekanan. Kami mempertimbangkan untuk membuat satu jajaran pesawat," ujar Brian.

View Source: Aerion

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar