Tampilkan postingan dengan label northrop grumman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label northrop grumman. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Agustus 2010

Inovasi Baru Boeing, Lebih Hemat 70% Bahan Bakar


Setelah MIT mengeluarkan pesawat yang bisa menghemat 70% bahan bakar. Sekarang giliran Boeing yang tidak mau ketinggalan. Dengan bekerja sama dengan General Electric dan Georgia Tech, Boeing baru saja memperkenalkan konsep SUGAR Volt mereka yang inovatif yang ditenagai oleh sistem penggerak hibrid turbin gas tenaga baterai yang bisa menghemat penggunaan bahan bakar sebesar 70%.

Program N+3 menugaskan MIT, GE Aviation, Northrop Grumman, Boeing untuk merancang transportasi udara masa depan. Masing-masing tim diberi tugas untuk merancang pesawat komersial subsonik atau supersonik dan Boeing diberi tugas untuk merancang keduanya, baik subsonik atau supersonik. Pesawat konsep SUGAR Volt mengurangi penggunaan bahan bakar sampai lebih dari 70% dan total energi yang digunakan sebanyak 55% - sebagian dengan membuat kabel listrik pesawat ramah lingkungan - dan mengurangi emisi secara drastis selama pesawat itu dipakai.

Sistem penggerak elektrik hibrida juga memperpendek jarak lepas landas pesawat dan mengurangi kebisingan pesawat secara drastis. Boeing diberi tugas untuk merancang perjalanan udara 30 tahun ke depan dan mereka menemukan solusi untuk masalah operasional dan lingkungan yang ada dalam model pesawat sekarang. Sebagaimana yang dikatakan dalam laporan terakhir Boeing, konsep mereka jelas merupakan desain yang terbaik karena memiliki potensi performa yang lebih baik dari apa yang ditargetkan NASA. Mengurangi kebisingan dan emisi yang berkaitan dengan pemanasan global merupakan gagasan yang kita sukai, tapi sayangnya kita harus menunggu 30 tahun untuk melihat konsep ini terwujud. Boeing dan perusahaan lain yang terlibat dalam penelitian NASA sudah mengirimkan laporan mereka dan setelah direview, beberapa perusahaan ini akan menerima dana untuk mengembangkannya lebih lanjut. Semoga saja dengan adanya teknologi ini, ke depannya penerbangan akan semakin terjangkau.


View Source: Boeing

Pesawat Hemat 70% Bahan Bakar Dari MIT


Sebuah tim peneliti di MIT memperkenalkan inovasi teknologi terbaru mereka - sebuah pesawat yang menggunakan bahan bakar 70% lebih sedikit dari pesawat konvensional. Tim MIT ini merupakan satu dari enam kelompok - dan satu-satunya tim yang dipimpin universitas - dari seluruh AS yang dipilih NASA untuk membantu meredesain pesawat untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi dan memungkinkan pesawat lepas landas dari landasan yang lebih pendek. Tim MIT berhasil memenuhi sasaran-sasaran yang ditetapkan NASA dengan pesawat D-series mereka, yang dinamakan "double bubble".

NASA menyebut proyek yang didanai pemerintah ini "N+3", menandakan bahwa pesawat ini ditujukan untuk merevolusi industri penerbangan dalam tiga generasi. MIT, Boeing, GE Aviation dan Northrop Grumman diberi tugas untuk meredesain pesawat komersial subsonik sementara tim dari Boeing dan Lockheed-Martin dipercaya untuk menciptakan pesawat komersial supersonik. Sasaran NASA adalah mengurangi konsumsi bahan bakar dan mempertimbangkan bahwa dalam tiga dekade, lalu lintas udara akan meningkat 2X. Sekarang setelah desain ini disingkapkan, tim MIT menunggu kabar dalam beberapa bulan ke depan tentang desain mana yang akan menerima dana untuk melanjutkan program tahap kedua.

MIT merancang D-series sebagai pesawat yang bisa menampung 180 penumpang yang ditujukan untuk menggantikan pesawat penerbangan domestik Boeing 737. Kalau pesawat konvensional menggunakan desain tubuh pesawat tunggal, lain halnya dengan D-series, D-series ini menggunakan bentuk dua tabung parsial tubular yang ditempatkan berdampingan - dari sinilah julukan bubble berasal. Pesawat ini menggunakan sayap yang lebih panjang dan lebih tipis dan ekor yang lebih kecil dan penempatan mesin di bagian belakang pesawat bukan di bagian sayap sebagaimana pesawat pada umumnya. Semua fitur ini yang memungkinkan penghematan dalam penggunaan bahan bakar. Tim MIT juga memperkenalkan pesawat H-series -gambarnya ada di bawah - sebuah pesawat tubuh sayap hibrida yang bisa menampung 350 penumpang dan bisa menggantikan pesawat Boeing 777 yang banyak digunakan untuk penerbangan internasional. NASA mengharapkan desain-desain dari program ini bisa lepas landas pada tahun 2035.
 

View Source: MIT

Rabu, 14 Juli 2010

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang


Delapan tahun yang lalu, Predator drone yang diperlengkapi senjata mulai berpatroli di angkasa, membom target dan memberikan dukungan udara kepada prajurit dalam medan tempur. Tapi saat Taranis buatan BAE diperkenalkan kemarin, Predator sekarang terlihat kuno seperti pager dan kaset betamax jika dibandingkan dengan UAV generasi mendatang yang akan segera muncul. Memiliki kemampuan siluman, dilengkapi dengan komputer baru dan dipersenjatai dengan lengkap, ketujuh kendaraan tanpa awak ini berada di garis terdepan teknologi militer robotik.

1. Novel Air System

Drone ini begitu baru, sampai mereka bahkan belum mulai membangunnya. Novel Air Capability adalah proyek UAV masa depan yang sedang dikembangkan di Inggris. Proyek ini dipimpin oleh BAE Systems, mereka berharap bisa membangun sebuah drone yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, seperti helikopter, tapi terbang seperti pesawat.

2. nEUROn

Ini adalah produk awal Eropa yang memasuki pasar UAV canggih, nEUROn sangat mirip dengan drone generasi berikut lainnya dalam daftar kita. Diproduksi sebagian besar oleh perusahaan Perancis Dassault Aviation, dengan bantuan dari tujuh perusahaan dirgantara dan pertahanan Eropa, nEUROn lebih menyerupai sebuah percobaan untuk konsep UAV masa depan daripada sebuah pesawat yang akan segera dipakai untuk bertempur.

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang Part 2

3. Phantom Eye

Diperkenalkan Boeing kemarin, Phantom Eye ramah lingkungan, ia menggunakan bahan bakar hidrogen. Phantom Eye direncanakan tetap terbang di angkasa selama berhari-hari sambil peralatan pengamatannya yang rumit memonitor wilayah di bawahnya. Dengan panjang sayap 150 kaki, Phantom Eye merupakan salah satu UAV terbesar yang pernah diproduksi.




Boeing's Phantom Eye @ Yahoo! Video

4. CAST
Tidak seperti robot lainnya dalam daftar ini, Convoy Active Safety Technology (CAST) keluaran Lockheed Martin berjalan di darat. CAST adalah sebuah sistem mengemudi otomatis yang dipasang di sebuah truk reguler. Dengan begitu, CAST yang menangani urusan mengemudikan kendaran dari titik A ke titik B, sementara manusia bisa melakukan pemindaian ranjau darat.

Page 3

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang Part 3

5. Taranis

Tidak terima kalau Amerika yang menguasai semua UAV, perusahaan departemen pertahanan Inggris BAE Systems memperkenalkan UAV generasi mendatangnya kemarin. Dinamakan Taranis, sesuai nama Dewa Petir bangsa Celtic, BAE berharap komputer canggih memungkinkan drone ini menjalankan misinya dengan lebih sedikit campur tangan manusia.



6. X-47

UAV generasi mendatang dari Northrop Grumman, X-47 akan mengerjakan bagi AL AS apa yang dilakukan X-45 bagi AU AS. Sebagai hasilnya, X-47 akan lepas landas dan mendarat dari sebuah kapal induk.

X-47 @ Yahoo! Video

7. X-45

 Dibangun oleh Boeing, X-45 merupakan salah satu dari UAV generasi mendatang yang dipesan oleh Pentagon. Seperti pesawat lain dalam daftar ini, pesawat ini mengambil kemampuan siluman, bentuk sayap dari pesawat pembom siluman B-2. Dilihat dari foto buram yang diambil dari pangkalan udara Kandahar di Afganistan, X-45 mungkin sudah menjalankan beberapa misinya.