Tampilkan postingan dengan label drone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drone. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

Video: AL AS Mengembangkan Drone Kebal Laser


Tenang saja itu bukan cuplikan gambar dari video UFO. Itu adalah sebuah drone tanpa awak yang baru-baru ini ditembak jatuh dengan prototipe senjata laser.

Meski uji coba itu berhasil, AL AS tidak berhenti sampai di situ saja. Mereka mulai membuat drone yang kebal laser untuk berjaga-jaga seandainya senjata laser itu jatuh ke tangan yang salah. Proyek ini masih dalam tahap awal, tapi AL AS sudah menyewa Adsys Controls yang berbasis di California dan Nanohmics yang berbasis di Texas untuk mengerjakan proyek ini, yang kelihatannya akan memungkinkan drone untuk melacak senjata laser sebelum senjata laser itu ditembakkan dan memberikan penanggulangan agar tidak bisa dilacak. Para mania tekno bisa menyaksikan di video di bawah ini bagaimana sebuah drone - yang masih belum kebal laser - ditembak jatuh dengan senjata laser.



View Source: engadget

Rabu, 14 Juli 2010

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang


Delapan tahun yang lalu, Predator drone yang diperlengkapi senjata mulai berpatroli di angkasa, membom target dan memberikan dukungan udara kepada prajurit dalam medan tempur. Tapi saat Taranis buatan BAE diperkenalkan kemarin, Predator sekarang terlihat kuno seperti pager dan kaset betamax jika dibandingkan dengan UAV generasi mendatang yang akan segera muncul. Memiliki kemampuan siluman, dilengkapi dengan komputer baru dan dipersenjatai dengan lengkap, ketujuh kendaraan tanpa awak ini berada di garis terdepan teknologi militer robotik.

1. Novel Air System

Drone ini begitu baru, sampai mereka bahkan belum mulai membangunnya. Novel Air Capability adalah proyek UAV masa depan yang sedang dikembangkan di Inggris. Proyek ini dipimpin oleh BAE Systems, mereka berharap bisa membangun sebuah drone yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, seperti helikopter, tapi terbang seperti pesawat.

2. nEUROn

Ini adalah produk awal Eropa yang memasuki pasar UAV canggih, nEUROn sangat mirip dengan drone generasi berikut lainnya dalam daftar kita. Diproduksi sebagian besar oleh perusahaan Perancis Dassault Aviation, dengan bantuan dari tujuh perusahaan dirgantara dan pertahanan Eropa, nEUROn lebih menyerupai sebuah percobaan untuk konsep UAV masa depan daripada sebuah pesawat yang akan segera dipakai untuk bertempur.

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang Part 2

3. Phantom Eye

Diperkenalkan Boeing kemarin, Phantom Eye ramah lingkungan, ia menggunakan bahan bakar hidrogen. Phantom Eye direncanakan tetap terbang di angkasa selama berhari-hari sambil peralatan pengamatannya yang rumit memonitor wilayah di bawahnya. Dengan panjang sayap 150 kaki, Phantom Eye merupakan salah satu UAV terbesar yang pernah diproduksi.




Boeing's Phantom Eye @ Yahoo! Video

4. CAST
Tidak seperti robot lainnya dalam daftar ini, Convoy Active Safety Technology (CAST) keluaran Lockheed Martin berjalan di darat. CAST adalah sebuah sistem mengemudi otomatis yang dipasang di sebuah truk reguler. Dengan begitu, CAST yang menangani urusan mengemudikan kendaran dari titik A ke titik B, sementara manusia bisa melakukan pemindaian ranjau darat.

Page 3

Video: 7 Kendaraan Tanpa Awak (UAV) Generasi Mendatang Part 3

5. Taranis

Tidak terima kalau Amerika yang menguasai semua UAV, perusahaan departemen pertahanan Inggris BAE Systems memperkenalkan UAV generasi mendatangnya kemarin. Dinamakan Taranis, sesuai nama Dewa Petir bangsa Celtic, BAE berharap komputer canggih memungkinkan drone ini menjalankan misinya dengan lebih sedikit campur tangan manusia.



6. X-47

UAV generasi mendatang dari Northrop Grumman, X-47 akan mengerjakan bagi AL AS apa yang dilakukan X-45 bagi AU AS. Sebagai hasilnya, X-47 akan lepas landas dan mendarat dari sebuah kapal induk.

X-47 @ Yahoo! Video

7. X-45

 Dibangun oleh Boeing, X-45 merupakan salah satu dari UAV generasi mendatang yang dipesan oleh Pentagon. Seperti pesawat lain dalam daftar ini, pesawat ini mengambil kemampuan siluman, bentuk sayap dari pesawat pembom siluman B-2. Dilihat dari foto buram yang diambil dari pangkalan udara Kandahar di Afganistan, X-45 mungkin sudah menjalankan beberapa misinya.