Tampilkan postingan dengan label hibrida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hibrida. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Video: Porsche 918 Spyder Seharga 5,7 Milyar Rupiah


Terserah Anda mau bilang apa terhadap Porsche, keputusannya untuk diversifikasi produk dengan masuk ke dalam segmen sedan empat pintu dan SUV dengan mengorbankan program balapnya dan rencananya untuk menguasai dunia. Perusahaan otomotif Jerman ini bukan tipe perusahaan yang suka memamerkan mobil hanya untuk membuat orang terkagum-kagum lalu menyingkirkannya ke museum. Jadi saat Porsche membuka selubung mobil konsep 918 Spyder di Geneva, banyak orang yang menaruh perhatian.

Berapa banyak orang dan seberapa antusias, tepatnya? Bloomberg melaporkan kembali di Bulan April -- hanya beberapa minggu setelah debut mobil tersebut -- bahwa Porsche sudah menerima ketertarikan dari 900 konsumen kaya. Sekarang Bloomberg melaporkan lagi bahwa selama beberapa bulan terakhir, angka itu meningkat sampai menjadi 2 ribu orang.

Dengan hanya membuat 1.500 unit Carrera GT, Porsche dilaporkan hanya akan memproduksi 918 Spyder jika sudah kepastian pesanan 1.000 unit. Jika setengah konsumen yang berminat sudah menyerahkan uang deposit, bisa dipastikan mobil ini akan diproduksi. Dan seperti halnya kinerja 918 Spyder diharapkan untuk mengungguli kinerja Carrera GT, harganya juga diperkirakan akan melampaui pendahulunya: 500.000 euro (5,7 milyar rupiah lebih!!!), 918 Spyder akan menjadi mobil termahal yang pernah ditawarkan oleh Porsche.












View Source: Bloomberg

Rabu, 07 Juli 2010

Infiniti Berencanakan Meningkatkan Jarak Tempuh Hibrida Dua Kali Lipat


Sampai sekarang, Nissan hanya mengandalkan teknologi hibrida yang dibeli dari Toyota yang merupakan pemimpin dalam penjualan mobil hibrida. Namun tampaknya dua perusahaan otomotif Jepang ini akan berpisah dalam waktu dekat ini karena Nissan telah mengembangkan sendiri teknologi mesin hibridanya, dan tidak seperti kebanyakan perusahaan otomotif lainnya, sistem hibrida Nissan akan membuat debutnya sebagai mesin berpengerak roda belakang dengan memakai merek Infiniti.

Dan tampaknya masih satu hal lagi yang membedakan sistem hibrida pertama Nissan dan Infiniti dari sistem hibrida buatan Toyota dan arsitektur hibrida ringan Honda. Menurut Reuters, Koichi Hayasaki, chief engineer dari sistem hibrida berpengerak roda belakang Nissan mengatakan bahwa, "Biasanya perusahaan otomotif mengatakan peningkatan penghematan bahan bakar dengan memakai sistem hibrida "full" sekitar 30 persen, sedangkan untuk hibrida "ringan" sekitar 15 persen. Kami bertujuan mencapai penghematan 60-90 persen."

Lebih jauh lagi Nissan mengklaim sistem hibridanya akan memakai mesin listrik tunggal dan kopling kembar (Tidak seperti Toyota yang memakai dua mesin listrik), sebuah tindakan yang seharusnya membantu membuat sistem lebih simpel dan ringan daripada para pesaingnya. Nissan juga akan memakai baterai lithium ion yang lebih murah namun kepadatan energinya lebih sedikit. Jika Nissan bisa mencapai semua sasarannya, kita mungkin sedang menyaksikan standar baru hibrida.



View Source: Reuters