Tampilkan postingan dengan label x10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label x10. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Juli 2010
Video: Komparasi Mini X10 dengan Mini Pro
Di pasar smartphone yang sudah jenuh dengan layar 3,5 inci atau yang lebih besar, Sony Ericsson yakin masih ada tempat bagi smartphone berukuran mungil. Perkenalkan Xperia X10 Mini (E10i) dan Mini Pro (U20i) -- keduanya adalah keturunan langsung dari ponsel X10 Android 1.6 yang cantik. Selain keyboard sliding milik Mini Pro, baterai yang bisa dipindahkan dan posisi berbagai fitur, dua ponsel Mini sama identiknya -- prosesor yang sama, kamera yang sama, dan layar yang sama. Jadi bisakah kita mendapatkan kinerja smartphone yang layak dari mereka?
Seperti yang kami katakan sebelumnya, X10 Mini dan Mini Pro berbagi jeroan yang sama: Prosesor 600 MHz Qualcomm MSM7227, layar sentuh LCD 2,55 inci beresolusi 240x320 piksel, kamera autofokus 5 megapiksel, ekspansi microSD, port micro-USB, radio FM, GPS, Bluetooth (dengan A2DP) dan 802.11b/g WiFi. Sekarang apa yang benar-benar membedakan dua model ini adalah keyboard sliding QWERTY milik Mini Pro -- kami menyukai umpan balik dari tombolnya dan jarak antar tombolnya, meskipun butuh waktu untuk terbiasa dengan tombol "Shift" yang posisinya sedikit aneh. Untuk membungkus semua keunggulan ini, Mini Pro harus memiliki badan yang sedikit lebih panjang dan tebal (Kami ukur 18mm vs 16mm), tapi kedua perangkat ini rasanya sama nyaman dan aman di tangan kami berkat desain ciri khas Sony Ericsson "Human Curvature".
Total ada enam warna yang tersedia bagi Mini: metallic red, lime, pearl, white, black, glossy silver dan glossy pink. Di sini lain Mini Pro hanya memiliki pilihan warna black, pearl white atau red (dua yang terakhir tidak ada di gambar) dan Anda tidak bisa memasang casing Mini ke Mini Pro karena perbedaan ukuran dan penataan tombol. Bahkan meski casingnya bisa ditukar, kita tidak akan tertarik melakukannya secara berkala -- mencongkel casingnya sama sulitnya dengan membuang kutil dari kaki kita.
Selama beberapa hari terakhir kami jadi lebih menyukai layout tombol sisi kanan Mini Pro -- tombol kamera yang lebih lebar membuatnya mudah diakses, dan tombol volume yang lebih jauh diposisikan ke dekat posisi ibu jari kanan kami. Yang membuat kami bingung, port micro-USB dan jack headphone diletakkan agak berbeda di antara kedua perangkat ini. Karena cara kami memegang ponsel, kami temukan bahwa dengan posisi jack headphone yang terletak di bagian bawah ponsel Mini, telapak tangan kami jadi terganggu.
Pertanyaan besarnya: bisakah kami memaksimalkan Android di layar LCD sekecil 2,55 inci? Sebagai permulaan perangkat berlayar resolusi rendah ini menderita masalah kompabilitas aplikasi yang sama yang dialami HTC Wildfire, jadi Anda akan kehilangan sedikit pilihan dari aplikasi populer seperti Robo Defense, WeatherBug, PdaNet, Tumblroid. Jelas, kami tidak akan merekomendasikan memakai layar kecil untuk navigasi mobil, tapi selain itu Google Maps masih dapat digunakan untuk tujuan yang lebih santai. Sebagai tambahan, tidak hanya layar-layar ini cukup layak digunakan di luar ruangan, tapi mereka juga tanpa ragu lagi adalah salah satu alasan di belakang umur baterai yang panjang -- kami mendapatkan sekitar 12 jam dari tes stamina standar kami (terus-menerus memainkan musik, koneksi data 3G, sesekali pemakaian kamera, dan menjalankan Twicca). Rata-rata pengguna bisa dengan mudah memakainya sampai dua hari dalam sekali charge.
Mari kita bicarakan mengenai pemakaian Mini sebagai ponsel. Seperti kebanyakan ponsel Sony Ericsson belakangan ini, X10 Mini dan Mini Pro diberkati dengan handsfree kit bertipe isolasi yang berkualitas baik -- suara yang jelas dan bass yang memadai untuk musik Anda. Sayangnya, kami juga menemukan bahwa mikrofon kit menyebabkan gema suara kita sendiri selama melakukan panggilan, dan kinerjanya tidak begitu baik dalam lingkungan yang bising. Di sisi lain, kinerja mikrofon ponsel ini sendiri lebih baik dalam skenario yang sama, tapi kami tidak akan mengatakan ia bisa menghilangkan kebisingan secara total. Kami juga sedih saat menemukan tombol mikrofon hanya bisa menghentikan musik dan bukan melewatkan lagu. Ayolah, Sony Ericsson, tunjukkan cintamu pada kami!
View Source: Engadget
Label:
andoid,
android 1.6,
htc wildfire,
mini pro,
Sony,
Sony Ericsson,
x10,
x10 mini
Minggu, 11 Juli 2010
Video: Profil Xperia X8 Penerus Xperia X10 Yang Lebih Terjangkau
Sony Ericsson yang awalnya dikenal sebagai "Shakira" akhirnya dirilis dengan nama Xperia X8. Ponsel ini diperkirakan akan keluar di pasaran pada bulan Oktober. Dengan dimensi 99x54x15 mm dan bobot 104 gram, ponsel ini memiliki layar sentuh tahan gores 320x480 piksel, kamera 3,2 megapiksel dengan fitur unggah langsung ke Facebook, 2 GB microSD card, memori internal 128 MB dan mendukung microSD sampai 16GB dan memiliki memiliki prosesor Qualcomm 600 MHz.
Baterai ponsel ini cukup bisa diandalkan dengan kemampuan bicara 5 jam 40 menit dalam 3G. Pembeli awal dari X8 ini mungkin terpaksa mengadopsi sistem operasi Android 1.6 terlebih dahulu, tapi mungkin ponsel ini akan segera diupgrade ke Android 2.1. Berikut ini ada video review dan perbandingan ukuran Sony Ericsson Xperia X8 dengan Yendo, X10 mini pro, dan tentunya X10 sendiri
Perangkat lunak ponsel ini sangat mudah dikembangkan, karena ini ponsel Android dan aplikasi untuk Android sangat melimpah di pasaran. Sebagai tambahan Sony Ericsson telah memasang versi uji coba sistem navigasi mereka Wisepilot ke ponsel Xperia X8. Ponsel yang berukuran lebih kompak daripada X10 dan dengan harga yang cukup bersahabat 200 euro (2,3 juta rupiah) ini akan tersedia dari kuartal ke-3 dalam kombinasi warna White, Dark Blue/White, Aqua Blue/White, Pink/White dan Silver/White.
View Source: Sony Ericsson
Label:
Sony Ericsson,
sony ericsson x8,
x10,
x10 mini pro,
X8,
Yendo
Langganan:
Postingan (Atom)











