Kamis, 12 Agustus 2010

Video: Park Gate Dubai Oase Padang Gurun Dengan Tenaga Surya


Hanya karena sebuah gedung berada di padang pasir tidak berarti gedung itu panas - setidaknya itulah yang ada dalam benak Adrian Smith + Gordon Gill saat mendesain mixed-use development, Park Gate. Proyek ini terdiri dari enam menara yang melengkung yang ditutup dalam sebuah kanopi bertenaga surya, dilengkapi dengan taman-taman yang menggantung dan kolam yang berfungsi sebagai peredam panas. Terinspirasi dari souq Timur Tengah, Park Gate akan menjadi tempat peristirahatan, bersosialisasi dan melakukan transaksi bisnis di jantung kota Dubai.

Park Gate ditetapkan menjadi proyek pengembangan mixed-use seluas 4,7 juta kaki persegi yang memiliki kantor, ritel dan sebuah hotel. 6 menara melengkungnya akan dikelompokkan secara berpasangan dan ditutup dengan sebuah kanopi kubah yang ringan yang akan menjadi tempat berteduh bagi bagian dalam, mengurangi suhu sekitar 10-15 derajat. Panel surya memenuhi atap kanopi menyediakan energi yang diperbaharui untuk pengembangan dan juga menyediakan struktur untuk teralis dan taman-taman yang menggantung. Taman-taman yang menggantung diairi dengan sistem pengairan yang efisien dan membantu mendinginkan udara di sekitarnya.

Ditujukan untuk mengurangi panas matahari dan menerima ventilasi alami secara optimal dalam bentuk angin sepoi-sepoi, struktur berbentuk busur ini akan menyediakan tempat berteduh yang sejuk. Kolam yang berair laut bertindak sebagai peredam panas, menyerap panas selama siang hari dan melepaskannya selama malam hari. Tanaman-tanaman yang tahan terhadap kekeringan ditanam sepanjang taman-taman dan tanaman-tanaman asli dari sana yang tahan terhadap air laut ditanam di dekat kolam yang mana ini akan mengurangi penggunaan air minum.













View Source: Adrian Smith + Gordon Gill Architecture

Ilmuwan Menciptakan Jubah Penghilang Harry Potter


Sebagian para mania tekno pasti mengidam-idamkan jubah penghilang Harry Potter. Kabar baiknya, sekelompok ilmuwan dari Tufts dan Boston University mengklaim sudah menciptakan jubah lentur pertama di dunia.

Selama ribuan tahun manusia sudah memakai sutera untuk terlihat menonjol di antara kerumunan. Dalam beberapa tahun manusia mungkin akan memakai sutera agar tidak terlihat di antara kerumunan. Untuk pertama kalinya sekelompok ilmuwan sudah menciptakan sebuah jubah penghilang yang terbuat sutera dan dilapisi emas.


Metamaterial baru ini - sebagaimana jubah penghilang dan produk sejenis lainnya disebut - hanya bekerja pada gelombang terahertz yang relatif panjang (bidang spektrum elektromagnetik antara radio dan cahaya infra merah), tapi para ilmuwan di Boston menganggap bahwa sutera bisa menjadi jubah penghilang pada panjang gelombang yang lebih kecil, bahkan pada jangkauan pandangan manusia. Penelitian ini bisa membawa ke pemakaian yang lebih luas untuk digunakan pada biomedis atau pertahanan.

Jubah penghilang bersama penyerap dan reflektor termasuk materi khusus yang dikenal sebagai metamaterial. Tidak seperti materi yang lain yang mendapatkan properti optis dari bahan kimia, metamaterial mendapat properti mereka dari struktur fisik mereka.

Spiral pendek adalah struktur metamaterial yang umum dipakai. Para ilmuwan menyebut mereka split ring resonator atau SSR. SSR bisa memberi kemampuan luar biasa pada materi biasa, seperti menyerap atau merefleksikan semua panjang gelombang cahaya atau membelokkan panjang gelombang di sekitar sebuah obyek.

Untuk menciptakan metamaterial yang tidak terlihat, para ilmuwan Boston menyetensil 10.000 resonator emas ke dalam sutera sepanjang 1 cm persegi. Saat sutera biasa disinari dengan gelombang terahertz, gelombang itu  bisa menembusnya. Meski demikian metamaterial yang dibentengi resonator menciptakan sebuah gema - yang masih bisa dideteksi bahkan saat sutera itu ditanamkan ke dalam otot. 


View Source: Discovery News

Video: Lampu Origami OLED Yang Bisa Dilipat-lipat


Lampu-lampu mempesona ini dinamakan Triangle Light Ojbects atau Transparent Light Origami. TLO adalah panel-panel OLED berwarna pelangi yang akan mengingatkan para mania tekno kepada jendela berkaca warna warni.
Dibuat oleh Krall untuk Universal Display, desain yang menggunakan engsel lampu ini menjadikan lampu ini interaktif. Para mania tekno bisa memadukan lampu-lampu dengan warna yang berbeda-beda sesuka hati untuk menciptakan warna yang baru dan menarik. Jadi daripada membeli macam-macam lampu, para mania tekno bisa mendapatkan banyak tipe lampu yang berbeda tergantung suasana hati para mania tekno dengan produk ini. Saksikan video TLO ini sedang beraksi.





View Source: Krall

Sidewinder, Purifier Water Portabel Dengan Sinar Ultra Violet


Bagi para mania tekno yang suka berpetualang. Sidewinder keluaran Sidewinder satu ini cocok sekali untuk dibawa pergi berpetualang.

Cara kerja perangkat ini sangat sederhana. Para mania tekno tidak perlu pusing membawa baterai, karena Sidewinder cukup diengkol untuk menyalakan lampu ultraviolet pembasmi kumannya. Penyaring air ini bisa memproses seliter air dalam sekali proses. Dan begitu airnya selesai dimurnikan, lampu LED hijau akan menyala. Sidewinder akan dijual pada bulan September dengan harga $99.95 (sekitar Rp 900 ribu dengan kurs $1= Rp 9020).

View Source: Gear Junkie

Video: Leeds Arena, Stadiun Sarang Lebah


Sekarang ini benar-benar sedang tren yang namanya teknologi hijau. Dari rumah yang bisa menghasilkan energi lebih dari yang dia butuhkan sampai motor listrik yang memiliki kecepatan 100 mph. Ini dikarenakan manusia semakin sadar akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan manusia.
Populous desainer stadiun yang terkenal baru saja memperkenalkan desain baru Leeds Arena yang bagian luarnya seperti sarang lebah  Studio ini terpilih tahun lalu untuk mendesain arena multifungsi yang dilengkapi dengan lampu warna-warni yang akan menarik perhatian para pengunjung dari jauh dan dekat begitu matahari terbenam. Populous juga memasukkan beberapa teknologi ramah lingkungan yang berujung pada atap ramah lingkungan yang luas yang akan menjadi standar baru untuk stadiun-stadiun di Inggris.

Leeds Arena yang baru adalah dasar dari sebuah proyek yang rencananya akan memperbaharui kota. Stadiun ini akan terletak di tengah kota di Claypit Lane dan pembangunannya diharapkan dimulai tahun 2010 dan selesai pada tahun 2012. Gambar-gambar eksterior stadiun ini baru saja dirilis, memperlihatkan bagian luar gedung yang seperti sarang lebah yang terdiri dari bentuk-bentuk sel berdasarkan pada diagram voronoi. Sebelumnya pada musim semi tahun ini gambar-gambar bagian interior juga sudah dirilis. Terlihat bahwa interiornya memiliki layout seperti kipas yang terlihat lebih mirip teater daripada arena. Ini memungkinkan pandangan yang lebih baik dari semua tempat duduk.

Pendapat masyarakat sangat mempengaruhi desain stadiun baru ini dan denah akhir akan sangat berfokus pada fitur-fitur yang ramah lingkungan, akustik, panel yang dilapisi kaca dan area tempat duduk luar.










Leeds Arena fly through animation video from Leeds City Council on Vimeo.

View Source: Leeds Arena

Video: Mercedes Akan Memamerkan SLS AMG Dalam Video 3D


Mungkin sebentar lagi akan ada antrian panjang di dealer-dealer Mercedes, tapi bukan untuk melihat mobil yang ada di dalam showroom, melainkan mobil yang ada di dalam televisi plasma

Baru-baru ini Mercedes melakukan syuting video promosi SLS AMG di Isle Of Man. Rupanya mereka membawa mantan pembalap F1 yang sekarang menjadi pembalap DTM Mercedes David Coulthard untuk mengemudikan mobil itu di "The Mountain" di Isle Of Man, bagian dari jalanan umum yang merupakan bagian dari rute balapan TT yang terkenal. Dan yang menjadikannya ini semua istimewa adalah mereka akan merekamnya dalam format 3D! Silakan para mania tekno saksikan videonya di bawah ini, tapi maaf, hanya dalam format 2D.




View Source: Piston Heads

Rabu, 11 Agustus 2010

Rumor: Sony Ericsson Sedang Mempersiapkan Android 3.0 PlayStation Phone?


Tidak ada yang meragukan bahwa platform Android kurang sukses dalam bidang game, tapi tampaknya semuanya itu akan berubah. Tampaknya Sony Ericsson sedang mengerjakan sebuah proyek yang akan membanngkitkan kembali game pada platform mobile milik Google ini.

Dikabarkan Sony Ericsson secara aktif mengembangkan merek platform, ekosistem dan perangkat game baru (kemungkinan bersama-sama dengan Google), yang sudah mencapai tahap terakhir perencanaan. Jika para mania tekno seorang penggemar berat game, ini jenis ponsel yang selama ini Anda nanti-nantikan. Perangkat ini digambarkan gabungan antara Samsung Captivate dan PSP Go -- dengan kata lain, ini adalah sebuah ponsel slider berbentuk landskap dengan tombol game di tempat biasanya keyboard QWERTY berada. Ponsel ini memiliki D-pad tapi bukannya memakai joystick kecil, perangkat ini akan memakai apa yang digambarkan sebagai "touch pad panjang" untuk tombol analog, bersama dengan tombol PSP standar.

Ponsel ini memiliki layar besar, yang digambarkan antara 3,7 dan 4,1 inci dengan resolusi WVGA atau resolusi yang lebih tinggi, kamera 5 megapiksel yang dikatakan masih belum final, dan sepertinya dia akan memiliki prosesor Snapdragon 1GHz. Ponsel ini didominasi dengan warna hitam dengan beberapa pernak-pernik perak dan area gamepadnya berwarna putih/perak. Saat ini ponsel ini masih memakai merek Xperia, tapi tampaknya saat diluncurkan dia akan memakai merek PlayStation. Orang-orang yang pernah melihat ponsel ini mengatakan penampilannya sangat seksi. Gambar rekaan di atas mungkin tidak sesuai dengan gambaran hardware yang sebenarnya, tapi dia seharusnya memberi Anda gambaran kira-kira seperti apa bentuk ponsel ini.

Dari sisi software, tampaknya perangkat ini akan memakai Gingerbread (Android 3.0) dengan skin khusus, dan akan ada area baru di pasar Android untuk game. Grafik gamenya akan berada di kisaran game PSX atau PSP, yang berarti game 3D sedang menuju platform Android. Mengenai peluncurannya ponsel ini akan diperkenalkan paling cepat awal Oktober tahun ini, tapi saat ini masih belum ada konfirmasi dari pihak Sony Ericsson.

View Source: Gizmodo